Kambing Aqiqah Murah Depok –
Solusi layanan aqiqah dan catering aqiqah
Kami memiliki tempat kandang
kambing/domba sendiri, sehingga pelanggan jasa aqiqah dapat memilih sendiri dan menyaksikan
prosesi penyembelihan kambing aqiqah secara langsung serta bisa memastikan menu masakan sate dan gulai dipotong dari 1 ekor kambing aqiqah agar sunnah aqiqah sesuai syariat islam. Kami juga didukung oleh tenaga masak yang handal, hal ini untuk menjamin kepuasan dan ketenangan pelanggan akikah Depok.
Apabila
Bapak Ibu menggunakan layanan aqiqah kami, maka kami menjamin setiap menu
aqiqah /paket aqiqah yang Bapak Ibu
pesan berasal sari 1 ekor kambing aqiqah yang syarat syaratnya sesuai
syariat islam.
Hukum Melaksanakan Aqiqah
Aqiqah/Akikah dalam istilah
agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur
kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia
disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan).
Hukum aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan
Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan
Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah
hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, “Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan
untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)
Tentang Makna Aqiqah
Kata Aqiqah berasal dari kata
Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’i berpendapat: Aqiqah
asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong
disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu
disembelih.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya anak itu harus diaqiqahi. Maka
tumpahkanlah darah baginya (dengan menyembelih domba) dan jauhkanlah penyakit
dari padanya“ (H.R Bukhari dari Salman bin Amar)
Dalam pelaksanaan aqiqah
disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki
dan satu ekor untuk anak perempuan.
Rasulullah SAW bersabda: “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor
kambing sepadan (yaitu sama umurnya dan serupa bentuknya) dan bagi anak
perempuan disembelihkan satu ekor kambing.” (H.R Imam Ahmad dan Tirmidzi)
Waktu Aqiqah Yang Sesuai
Dengan Sunnah
Pelaksanaan aqiqah menurut
kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan
hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang
anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan
diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).
Namun demikian, apabila
terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan
pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia
mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7
(tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat)
ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena
prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman
Allah SWT : “Allah menghendaki kemudahan
bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)
Jumlah Hewan Aqiqah
Bayi laki-laki disunnahkan
untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi wanita cukup satu ekor kambing
saja. Dari Ammi Karz Al-Ka’biyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW
bersabda, “Untuk bayi laki-laki
disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi wanita satu ekor
kambing”.
Namun bila tidak memungkinkan,
maka boleh saja satu ekor untuk bayi laki-laki, karena Rasulullah SAW pun hanya
menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein.
“Adalah Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein
masing-masing satu ekor kambing ?”. (HR Ashabus Sunan)
Kambing Aqiqah haruskah hewan
jantan?
Baik dalam aqiqah maupun qurban
tidak ada persyaratan bahwa kambing aqiqah harus jantan atau kambing qurban
betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban. Akan tetapi
yang lebih diutamakan adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan
tersebut tetap terjaga.
Daging Aqiqah Lebih Baik
Mentah Atau Dimasak
Dianjurkan agar dagingnya
diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing
untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh
keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)
Daging aqiqah diberikan kepada
tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi
jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah.
Dalilnya adalah firman Allah, “Mereka
memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”.
(QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah
orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan.
Siapakah yang layak menerima
daging sembelihan aqiqah ?
Mereka yang paling layak
menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu
juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin
dikalangan umat Islam. Walaubagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan
amalan Rasulullah dan sahabat kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada
daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa
yang membedakan aqiqah dan korban ialah kita disunatkan memberikan sebahagian
kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut.
Wallahu’alam
Hukum Aqiqah Dilaksanakan
Dilain Negara/Kota
Tidak ada batasan yang
mengharuskan agar pelaksanaan aqiqah dilakukan di negeri/kota/kampung tempat
kelahiran anak. Karena itu, Anda bisa melakukan di mana saja sesuai dengan
kemaslahatan yang ada.
Hukum memakan daging aqiqah
Daging selain disedekahkan juga
bisa dimakan oleh keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits
Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing
untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak
tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan
pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi). Wallahu a’lam bish-shawab.
Hukum Aqiqah Setelah
Dewasa/Berkeluarga
Pada dasarnya aqiqah
disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak
bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari
kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.
Namun demikian, jika ternyata
ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat
dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh
mengaqiqahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik
melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.
Para pengikut Imam Syafi’i
juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum
diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.
Hewan Untuk Aqiqah
Masalah kambing yang layak
untuk dijadian sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada
cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik. Sedangkan masalah harus
menyentuhkan anak kepada kambing yang akan disembelih untuk aqiqahnya, jelas
tidak ada dasarnya. Barangkali hanya sebuah kebiasaan saja.
Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa
min ummati muhammadin.
Artinya : Dengan nama Allah,
ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari
ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar